Sunday, July 25

Percepat Restrukturisasi Jiwasraya

Program restrukturisasi dilakukan untuk mengakhiri permasalahan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Usaha ini dilakukan sebab dipandang jadi pilihan yang terhebat, untuk keberlangsungan industri asuransi atau untuk nasabah. Situs Slot Online Terpercaya

Karena itu, Ketua Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR RI, Aria Bima mengharap Kewenangan Layanan Keuangan (OJK) ikut menjaga dan menolong usaha pemercepatan pengamanan polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Sekarang ini, Komisi VI DPR sudah menyepakati pola pengamanan polis nasabah Jiwasraya lewat program restrukturisasi yang mengalihkan polis nasabah Jiwasraya ke PT IFG Life. Karenanya, Jiwasraya dan IFG Life memerlukan ijin produk dari OJK untuk bus lakukan restrukturisasi dan transfer polis.

“22 Oktober 2020 sudah dibangun IFG Life, Januari 2021 diinginkan ijin produk dari OJK keluar,” kata Aria seperti dicatat, Selasa (1/12/2020).

Menurut Aria, program restrukturisasi Jiwasraya perlu selekasnya dikerjakan ingat tidak berhasil bayar sudah menyebabkan ketidakjelasan untuk nasabah Jiwasraya. Tidak itu saja, keutamaan pemercepatan restrukturisasi untuk menahan pergerakan minus ekuitas Jiwasraya.

Dijumpai Pada 31 oktober nilai leabilitas Jiwasraya Rp 53,9 triliun sedang nilai asset condong turun terus di angka Rp 15,4 triliun, hingga negatif ekuitas Jiwasraya Rp 38,5 triliun.

“Keadaan negatif ekuitas di Jiwasraya lagi bertambah. Pada Desember 2018 yang minus ekuitasnya capai Rp 30,3 triliun, dan bulan Desember 2019 defisitnya sampai Rp 34,6 triliun. Dan keadaan paling akhir pada Oktober 2020 negatif ekuitasnya capai Rp 38,5 triliun,” katanya.

Menurut dia, kenaikan minus itu dikuasai oleh nilai asset yang sejumlah besar tidak likuid dan sebagian besar jelek. Bima menjelaskan, asset Jiwasraya lagi alami pengurangan semenjak 2018.

Dalam paparanya, asset Jiwasraya pada 2017 sebesar Rp 23 triliun. Nilai itu turun pad 2019 jadi Rp18 triliun. Di tahun ini, Panja DPR menulis asset asuransi plat merah itu cuman Rp 15,4 triliun.

error: Content is protected !!